Featured

LOVE YOUR SELFSELF FIRST


Renungan untuk kita semua tanpa terkecuali

Pada hAkekatnya KiTa Adalah hamba AllAh yang PaSti punya dosa

Cintailah dirimu sendiri dulu, agar kamu tau rasa bahagia betapa nikmatnya mencintai saudara seiman mu sehina apapun dia di dunia.

Mencintai diri sendiri itu bermakna = kami bisa menyelami & mengenali siapa dirimu sebenarnya.
Mengenali dosa yg pernah engkau berbuat.
Mengenali segala hal dari yang terburuk hingga ke yg terbaik tentang dirimu sendiri.

Jika kita mau merenungi itu dan mau berfikir yang lebih rasional lagi, maka kita akan faham betapa hina nya diri kita yang menganggap baik-baik saja dan melihat orang lain seperti betapa buruk nya dia.
(Semua itu memang di butuhkan pengakuan dengan kesadaran)

Salam satu tujuan dan satu kekuatan dalam satu nyawa Islam Rahmatan lilalamin.

WAKTU ITU AKU BERCELOTEH

Berceloteh ahh…

Beberapa hari yang lalu zauj ngasih kabar bahwa dia mau pulang hari kamis dan sampai surabaya Jumat subuh (bebarengan dengan sholat ied adha).

Pas kami lagi asyik ngobrol, beliau tetiba bilang aku berangkat lagi ya.?
Karna pekan besok gak ada yang mau di berangkatkan ke bandung katanya.
Lantas seketika aku jawab, gak usah ngoyo kalau soal dunia, kita berikhtiar semampu nya saja.

Aku faham kita masih punya tanggungan Riba yang masih belom lunas, tapi aku gak mau kamu terlalu pandai dalam urusan dunia, sedangkan akhirat kita malah terbengkalai, (ojo ngoyo pokoke).

Aku gak mau kamu menyiksa badan mu sendiri.
Semua rizeki Allah yang ngatur, kita jangan terlalu tamak dengan dunia. Semua punya porsinya masing-masing.

Ikhtiar boleh, asal jangan sampai melupakan kewajiban kita kepada Allah azza wa jalla.
“Aku ingin kamu yang membimbing istrimu (aku) di jalan Allah” Agar kamu tidak kaget kelak mendidik anak kita, kalau di kasih, kalau tidakpun tidak apa².

Lantas beliau menjawab, “enggeh”
Alhamdulillah kataku, aku sebagai istri kudu sabar dengan apapun sikap suami sendiri.
Pasti pada bertanya berat pasti kan.? Alhamdulillah enggak sama sekali kalau kita melakukan nya dengan cara yang sangat Ikhlas.

Iya… aku menikmati semua proses ini. Menikmati proses menjadi istri yang
Belajar menghormati suami.
Belajar tidak merendahkan suami walau suami belom berhijrah.
Belajar untuk lebih sabar dalam menghadapi berbagai tantangan dalam rumah tangga.
Intinya semua kudu aku hadapi dengan cara menyingkapinya penuh bijak.

Dan pasti semuanya butuh proses yang tidak semudah membalikan telapak tangan.
Perdebatan dalam rumah tangga itu pasti ada, namun lebih rilexnya lagi kalau kita bisa berdiskusi bersama.
Mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang di hadapi secara bersama.
Tidak mengedepankan ego masing².
Lalu tadi dia bilang, kalau dia udah berangkat ke station untuk naik Bus
Dan akupun berpesan jangan lupa berdoa fii amanillah

Vivin Indah Yati
Sidoarjo
30/27/20

KAMU ADALAH TAKDIR YANG TERINDAH

#Bloggers #Berceloteh #Muslimah #Berhijrah

Kamu adalah Takdir Terindah… iya kamu.. benar kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Sebab dalam matamu ada kesedihan yang kamu simpan dalam-dalam.
Dalam tawamu ada luka yang kamu tutupi perlahan.
Dan dalam senyummu ada rahasia yang kamu pendam matang-matang.

Tak ada yang tahu, bahwa masalahmu beribu-ribu.
Tak ada yang tahu, bahwa hatimu membiru.
Tak ada yang tahu, dan tak ada yang mau tahu.

Kamu bertanya-tanya, mengapa seolah hanya kamu yang dipilih sebagai pemeran utama kisah pilu tak berhulu.

Saban malam, kamu mengetuk-ketuk pintu langit sambil menangis.
Berharap dibuka oleh seseorang, agar kamu bisa bertemu Sang Sutradara untuk mengubah alur cerita.
Agar hidup hanya mengisahkan bahagia, bukan luka.

Kemudian Sang Sutradara memberikan naskah-Nya.
Kamu terhenyak dan terlempar ke belakang membaca sebaris dialog:
.
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”
.
Di atas lembar-lembar naskah-Nya, dadamu runtuh, air matamu meleleh.
Menyadari kepahitan yang begitu manis, bahwa kamu keliru telah terlebih dahulu berprasangka.

Kamu salah.
Sekali lagi kamu salah.
Sesungguhnya Allah tengah tersenyum menyaksikanmu, dalam peranmu menangis sendirian, kemudian berdoa begitu dalam.

Allah telah telah jatuh cinta padamu sejak saat itu.
Sejak kamu merahasiakan kesedihanmu pada mata manusia.
Sejak kamu bersabar melewati sakitmu.
Sejak kamu bersabar menahan semua rasa pilu.
Dan sejak kamu memutuskan untuk bertukar cerita kepada-Nya.

Dan orang-orang yang melihatmu merasa bahwa kamu adalah orang paling tangguh yang mereka kenal, sebab kebahagiaan senantiasa terpancar dari wajahmu, dari caramu tersenyum tanpa menunjukkan luka.
.
Mengetahui itu, kamu sadar dan memutuskan untuk menepiskan segala ragu dan jatuh cinta hanya pada-Nya.

Sehingga kamu tetap mengabarkan kisah-Nya, dengan penuh suka cita.

Dan mengatakan kalimat ini di tiap pagi dan petangmu:
Ya Allah… Jika tidak kepada-Mu, kepada siapa lagi aku mencinta?
Ya Allah… Jika tidak olehmu, oleh siapa lagi aku dicinta?

“Jadikan Cacian Sebagai Ladang Pahala”

Untuk semua kata-kata yang terdengar menyakitkan hati.
Sebenarnya pandai-pandai kita saja untuk mengabaikannya dengan hati-hati. Mengubah sesaknya dada dengan canda ala diri sendiri yang membuat kita menertawakan keadaan dan bahagia karena kita berhasil menahan amarah.

Ga semua hal yang kita dengar harus dimasukkan kedalam hati apalagi kalau itu menyakitkan.
Tanggapi dengan tenang, abaikan atau kita bisa alihkan dengan candaan yang yg bisa membuat kita menertawakan hal yg harusnya menjadi tangis dengan tawa. Akan selalu ada acara menyembuhkan luka dengan instan, salah satunya dengan maklum dan sadar tugas semua orang bukan untuk menyenangkan hati kita. Ada yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati kita. Biasa sajalah. Bukan ridho manusia tujuan kita, tapi Allah. Banyak hal yang bisa membuat kita tetap tersenyum meski sedang disakiti. Cari hal hal yang membuatmu tidak fokus dengan kata-kata menyakitkannya dan mulai mencari hal lucu tentang hal-hal yang bisa kamu tertawakan dalam hati. Mengalahkan perasaan sedih kadang sesederhana itu. Lisan diam tapi hati berisik berbicara kepada Allah, menenangkan hati dengan hal membuatmu tersenyum karena berhasil menahan amarah amarah dan bahagia karena sedang mendapat peluang Surga.
.
Jangan marah, bagimu Surga.
Akan selalu ada hal yang membuatmu tertawa meski seseorang sedang berusaha membuatmu terluka.
Jangan terlalu dipikirin banget, dan jangan dimasukin hati banget.
Orang bebas berkata, tapi kamu yg memilih mendengarkan atau mengabaikan. Mengabaikan dengan kesal atau mengalihkan pembicaraan dengan canda atau mengabaikan dengan ketawain ajalah, dia kan sebenarnya sedang menyakiti dirinya sendiri dengan dosa karena berusaha nyakiitin kita. Kitanya? Ketawa aja alhamdulillah dapet pahala. Lumayan. Kasian dia kan ya, udah berjuang nyakitin kita, eh kitanya ga sakit hati malah bahagi dikasih pahala 😊.
.
Lagipula yg memasukkan kata-kata atau perbuatan yg menyakiti hatimu kan kamu sendiri. Kenapa dimasukin hati. Hati harusnya isi dengan segala hal tentang Allah. Jadinya hati tenang, adem. Orang itu dikirim Allah untuk jadi ujianmu. Allah mau kamu sabar, Allah mau kamu jangan marah, peluang pahala lewat hadirnya. Bukankah Allah menjamin hanya mengingat Allah hati menjadi tenang.
Maka jika sudah mencoba mengingat Allah hatimu belum tenang?. Ada yg salah dengan caramu mengenal Allah. Kenali Allah lagi.. dan bersiaplah tidak mudah sakit hati dan dengan begitu kita mudah untuk menemukan kebahagiaan versi terbaik kita sendiri yang pasti harus selalu ingat kepada Rabbul Izzati.

SDA 02/09/2020

VOICE NOTE ITU DIKIRIM UNTUKKU

Kemarin pas waktu maghrib, ada chat Voice Note dari Ustadzah
Bergemim dalam hati tumben kirim voice note kataku
Apa karna capek ngetik saking banyaknya chat yang masuk fikirku lagi,
Lalu aku buka karna sudah sakin penasaran nya, siapa tau urgent dapat pemberitahuan atau nasehat penting untuk kebaikan ku. Hehehe

Lalu pas aku buka, kaget dong ada suara anak kecil yang lincah dan semangat berkobarnya tinggi sekali
Dia bernama Muhammad Hatim anak dari pasangan Ustadzah Ainur Rosyidah & Ustadz Abu Rozak [ Rosi Ummu Hatim ]
Dia memang terlahir dari kalangan Keluarga yang sangat Islami dan Taat pada Agama Allah Ta’ala
Aku sih kurang tau pasti tentang mendetail nya kehidupan pribadi Keluarga beliau
Yang aku tau profile dari keluarga besarnya adalah pengemban dakwah yang supel, ceria, dan baik hati, yang selalu menerima siapapun yang mau berkonsultasi tentang ilmu Agama dengan nya.

Okey fix kembali lagi ke pembahasan Voice Note tadi.
Aku kaget pas Mas Hatim bilang :

Mas Hatim : Amah Vivin kok suka suspkreb-susbkrep, nama channel nya Hatim “Muhammad Hatim” gambarnya Hatim pas masih kecil, gambarnya mirip uyut gambar channelnya
(Begitulah kalimat yang terakhir aku dengar, karna gak begitu jelas)

Lalu aku balas dengan Chat tulisan karna gak mungkin kan aku jawab dengan voice note juga yang pastinya Mas Hatim akan lari ketakutan dengan suaraku yang cempreng seperti nenek lampir (Ketawa Ngakak)

Amah Vivin : Masya Allah… etes banget sih Pak Ustadz satu ini … Jazakallahu khayran nggeh Ustdzah Hatim (bahagia)

Mas Hatim : Kok Ustdzah sih kan bukan perempuan

Amah Vivin : Siap meluncur kesana (kelupaan minta link nya)
Astaghfirulloh… Salah ketik. Efek ngikutin kamus Keyword HP nie mas (sampai blekpotan ngetiknya) emot ngakak
Maafkan Amah nggeh Mas Ustadz, kurang awas nie penglihatan Amah Vivin (tutup muka karna malu)

Lalu dikasihlah Link Channel You tube nya sambil berkata itu Amah kata Mas Ustadz Hatim.

https://youtu.be/GNcz3L3ronE

Lagi-lagi dia protes karna aku panggil dengan sebutan Mas Ustadz, gemes pokok nya kalau ngobrol sama anak kecil tuh. Hehehe…

Amah Vivin : Alhamdulillah.. Akhinya.. Masya Allah.. Tabarakallah.. semangat berdakwah nggeh Ustadz, nanti biar Amah belajar SIROH dari Mas Ustadz Hatim
Gak apa walaupun masih kecil, yang penting semangat Ghirah nya besar menggelegar. ALLAHU AKBAR

Mas Hatim : Okey Amah Vivin ALLAHU AKBAR.. hehehe Samaran (katanya ketika membalas last chat Voice note yang suara nya seketika berubah menjadi sedikit lembut dan mengecil)

Seketika diriku meluncur ke channel nya
Dan melihat setiap video yang di unggahnya di you tube.
Masih sedikit memang isi channelnya
Tapi isinya itu yang super bikin melongo ketika melihat satu video yang ketika dia masih kecil banget entah umur berapa.
Di situ dia membaca kan sebuah Hadist yang mengatakan bahwa Ucapan yang baik sebagian dari Shodakoh.
Seketika hati terenyuh… Deg… betapa malu nya diri ini, aku yang sudah tua begini baru menyadari bahwa perkataan pun sebagian dari Shodakoh.
Seketika itu juga pun aku merenung sambil berdoa, Terima kasih banyak atas Hidayah yang engkau berikan pada hamba yang hina ini Ya Rabb.. tanpa Mu aku bukanlah siapa-siapa.
Ku sudahi diriku yang duduk di hamparan Sajadah untuk menjemput suami ke tempat kerjanya yang baru pulang dari pandaan.

PESAN MORAL : Tak memandang hidayah yang kita peroleh itu datangnya dari siapa (tak memandang umur dan pangkat) dan dimanapun hidayah itu kita dapat (mau disosmed atau bahkan didunia nyata) terlebih lagi kalau yang kita dengar atau lihat itu dari mulai tentang kebaikan.
Jangan pernah bosan melihat dan mendengar yang baik² agar kebaikan itu bisa menular kepada diri kita.
Jadilah baik walau tidak di perlakukan dengan baik juga
Dan jagalah harga dirimu dari orang yang ingin menyepelekan mu
Karna pada hakekatnya kita juga punya pilihan untuk kebaikan kita sendiri.

Vivin Indah Yati 🍒
Sidoarjo/26/08/2020

Aku suka dengan dunia anak-anak itu semua karna penuh petualangan dan aku juga belom dikaruniai amanah dari Allah

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: